BAB 10
PERTAHANAN TUBUH
Sistem pertahanan tubuh pada manusia terbagi menjadi dua, yaitu sistem pertahanan tubuh spesifik dan sistem pertahanan tubuh nonspesifik. Pada saat tubuh pertama kali mendapat 'serangan' dari luar, yang bekerja terlebih dahulu adalah sistem pertahanan tubuh nonspesifik. Jika 'serangan' tersebut berhasil menembus pertahanan nonspesifik, barulah sistem pertahanan tubuh spesifik yang akan bekerja.
Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik
Pertahanan
tubuh nonspesifik bekerja dengan cara mengenali dan menyerang segala
macam antigen yang masuk
ke dalam tubuh. Pertahanan tubuh nonspesifik terbagi menjadi dua, yaitu eksternal dan internal. Seperti apa perbedaannya?
1. Pertahanan Nonspesifik Eksternal
Pertahanan
nonspesifik eksternal adalah pertahanan tubuh yang paling luar dan tugasnya melindungi agar antigen tidak masuk ke dalam tubuh.
Contohnya, kulit, membran mukosa atau selaput
lendir, dan kelenjar air mata.
Seperti
yang kamu tahu, kulit merupakan bagian terluar tubuh, sehingga kulit bisa berperan sebagai
penghalang antigen. Sementara itu, membran mukosa merupakan lapisan
yang melapisi bagian dalam organ
tubuh, seperti saluran pernapasan dan pencernaan. Nah, membran mukosa
ini dapat menghasilkan lendir yang akan memerangkap antigen, sehingga antigen
itu nggak bisa masuk ke sel-sel tubuh.
Kalau
kelenjar air mata beda lagi, nih. Kelenjar air mata berperan untuk menghasilkan
air mata, yang juga termasuk ke dalam pertahanan nonspesifik eksternal, karena
air mata berfungsi membersihkan mata dari segala macam partikel asing yang
masuk ke mata.
2. Pertahanan Nonspesifik Internal
Pertahanan
nonspesifik internal adalah pertahanan tubuh yang akan bekerja jika ada antigen yang bisa menembus pertahanan
nonspesifik eksternal.
Pertahanan
nonspesifik internal melibatkan aktivitas sel darah putih, seperti:
a. Neutrofil dan makrofag untuk
fagositosis atau ‘memakan’ antigen dan patogen berbahaya
b. Eosinofil untuk
menghancurkan patogen multiseluler seperti cacing
c. Sel
NK (Natural Killer) untuk membunuh sel yang
terinfeksi, serta sel mast yang
terlibat dalam inflamasi (peradangan)
Peradangan
adalah tanggapan atau respon tubuh
terhadap antigen yang masuk ke dalam tubuh, yang dapat dicirikan dengan
adanya pembengkakan, demam, bisul, maupun gatal-gatal.
Peradangan ini difasilitasi oleh senyawa
sitokin yang dihasilkan makrofag dan juga histamin yang dihasilkan sel
mast.
Sitokin berfungsi
untuk memanggil sel
darah putih seperti neutrofil ke
lokasi inflamasi. Sementara histamin berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah, sehingga memudahkan sel darah putih
untuk menembus dinding kapiler darah. Oh iya, adanya histamin ini juga menjadi
penyebab kenapa bagian yang bengkak biasanya terasa gatal.
Sistem Pertahanan Tubuh Spesifik
Sistem
pertahanan tubuh spesifik adalah pertahanan tubuh yang bekerja jika antigen berhasil masuk ke
dalam cairan ataupun sel tubuh.
Sistem
pertahanan tubuh spesifik terbagi menjadi pertahanan spesifik seluler dan pertahanan spesifik humoral.
1. Pertahanan Spesifik Seluler
Pertahanan
spesifik seluler adalah pertahanan tubuh yang menyerang antigen yang telah menginfeksi sel tubuh. Aktor utama
yang terlibat adalah limfosit T.
Limfosit T dibentuk di sumsum tulang, namun dimatangkan di kelenjar timus. Ada
tiga jenis limfosit T lho, apa aja tuh?
Jenis-jenis
Limfosit T:
a. Limfosit
T sitotoksik → menghancurkan sel yang terinfeksi antigen
b. Limfosit
T helper → mengaktivasi limfosit T sitotoksik
c. Limfosit
T memori → mengingat antigen yang pernah menyerang tubuh
Untuk
dapat bekerja, sel T helper perlu diaktivasi oleh APC (Antigen Presenting Cell). APC
berfungsi menyajikan fragmen antigen di permukaan selnya. Ketika fragmen
antigen ini berikatan dengan reseptor sel T helper, maka sel
T helper akan teraktivasi.
Sel T
helper yang sudah teraktivasi kemudian dapat mengaktivasi sel T
sitotoksik. Sel T sitotoksik lalu akan menghancurkan sel yang terinfeksi.
Bersamaan
dengan itu, ketika sel T helper maupun sel T sitotoksik
teraktivasi, sebagian akan berubah menjadi sel T memori yang akan mengingat
antigen untuk mempercepat respons
pertahanan spesifik seluler.
2. Pertahanan Spesifik Humoral
Pertahanan
spesifik humoral adalah pertahanan tubuh yang menyerang antigen yang ada di cairan tubuh (darah dan cairan
limfa). Aktor utama yang berperan adalah limfosit B.
Limfosit
B dibentuk dan dimatangkan di sumsum tulang belakang. Limfosit B dapat
diaktivasi langsung oleh antigen untuk berubah menjadi sel B plasma dan sel B memori.
Sel B
plasma berfungsi untuk menghasilkan
antibodi. Antibodi adalah protein yang berfungsi mengikat dan
menonaktifkan antigen. Tiap
antibodi hanya bisa mengikat antigen yang spesifik.
Sel B
memori berfungsi untuk mengingat
antigen sehingga mempercepat produksi antibodi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar