Jumat, 19 Agustus 2022

Pertahanan tubuh

                                                                        BAB 10

                                                            PERTAHANAN TUBUH

                                                                     

Sistem pertahanan tubuh pada manusia terbagi menjadi dua, yaitu sistem pertahanan tubuh spesifik dan sistem pertahanan tubuh nonspesifik. Pada saat tubuh pertama kali mendapat 'serangan' dari luar, yang bekerja terlebih dahulu adalah sistem pertahanan tubuh nonspesifik. Jika 'serangan' tersebut berhasil menembus pertahanan nonspesifik, barulah sistem pertahanan tubuh spesifik yang akan bekerja.

Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik

Pertahanan tubuh nonspesifik bekerja dengan cara mengenali dan menyerang segala macam antigen yang masuk ke dalam tubuh. Pertahanan tubuh nonspesifik terbagi menjadi dua, yaitu eksternal dan internal. Seperti apa perbedaannya?

1. Pertahanan Nonspesifik Eksternal

Pertahanan nonspesifik eksternal adalah pertahanan tubuh yang paling luar dan tugasnya melindungi agar antigen tidak masuk ke dalam tubuh. Contohnya, kulit, membran mukosa atau selaput lendir, dan kelenjar air mata.

Seperti yang kamu tahu, kulit merupakan bagian terluar tubuh, sehingga kulit bisa berperan sebagai penghalang antigen. Sementara itu, membran mukosa merupakan lapisan yang melapisi bagian dalam organ tubuh, seperti saluran pernapasan dan pencernaan. Nah, membran mukosa ini dapat menghasilkan lendir yang akan memerangkap antigen, sehingga antigen itu nggak bisa masuk ke sel-sel tubuh.

Kalau kelenjar air mata beda lagi, nih. Kelenjar air mata berperan untuk menghasilkan air mata, yang juga termasuk ke dalam pertahanan nonspesifik eksternal, karena air mata berfungsi membersihkan mata dari segala macam partikel asing yang masuk ke mata.

2. Pertahanan Nonspesifik Internal

Pertahanan nonspesifik internal adalah pertahanan tubuh yang akan bekerja jika ada antigen yang bisa menembus pertahanan nonspesifik eksternal.

Pertahanan nonspesifik internal melibatkan aktivitas sel darah putih, seperti:

a. Neutrofil dan makrofag untuk fagositosis atau ‘memakan’ antigen dan patogen berbahaya

b. Eosinofil untuk menghancurkan patogen multiseluler seperti cacing

c. Sel NK (Natural Killer) untuk membunuh sel yang terinfeksi, serta sel mast yang terlibat dalam inflamasi (peradangan)

Peradangan adalah tanggapan atau respon tubuh terhadap antigen yang masuk ke dalam tubuh, yang dapat dicirikan dengan adanya pembengkakan, demam, bisul, maupun gatal-gatal. Peradangan ini difasilitasi oleh senyawa sitokin yang dihasilkan makrofag dan juga histamin yang dihasilkan sel mast.

Sitokin berfungsi untuk memanggil sel darah putih seperti neutrofil ke lokasi inflamasi. Sementara histamin berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah, sehingga memudahkan sel darah putih untuk menembus dinding kapiler darah. Oh iya, adanya histamin ini juga menjadi penyebab kenapa bagian yang bengkak biasanya terasa gatal.

Sistem Pertahanan Tubuh Spesifik

Sistem pertahanan tubuh spesifik adalah pertahanan tubuh yang bekerja jika antigen berhasil masuk ke dalam cairan ataupun sel tubuh.

Sistem pertahanan tubuh spesifik terbagi menjadi pertahanan spesifik seluler dan pertahanan spesifik humoral.

1. Pertahanan Spesifik Seluler

Pertahanan spesifik seluler adalah pertahanan tubuh yang menyerang antigen yang telah menginfeksi sel tubuh. Aktor utama yang terlibat adalah limfosit T. Limfosit T dibentuk di sumsum tulang, namun dimatangkan di kelenjar timus. Ada tiga jenis limfosit T lho, apa aja tuh?

Jenis-jenis Limfosit T:

a. Limfosit T sitotoksik → menghancurkan sel yang terinfeksi antigen

b. Limfosit T helper → mengaktivasi limfosit T sitotoksik

c. Limfosit T memori → mengingat antigen yang pernah menyerang tubuh

Untuk dapat bekerja, sel T helper perlu diaktivasi oleh APC (Antigen Presenting Cell). APC berfungsi menyajikan fragmen antigen di permukaan selnya. Ketika fragmen antigen ini berikatan dengan reseptor sel T helper, maka sel T helper akan teraktivasi. 

Sel T helper yang sudah teraktivasi kemudian dapat mengaktivasi sel T sitotoksik. Sel T sitotoksik lalu akan menghancurkan sel yang terinfeksi. 

Bersamaan dengan itu, ketika sel T helper maupun sel T sitotoksik teraktivasi, sebagian akan berubah menjadi sel T memori yang akan mengingat antigen untuk mempercepat respons pertahanan spesifik seluler.

2. Pertahanan Spesifik Humoral

Pertahanan spesifik humoral adalah pertahanan tubuh yang menyerang antigen yang ada di cairan tubuh (darah dan cairan limfa). Aktor utama yang berperan adalah limfosit B.

Limfosit B dibentuk dan dimatangkan di sumsum tulang belakang. Limfosit B dapat diaktivasi langsung oleh antigen untuk berubah menjadi sel B plasma dan sel B memori.

Sel B plasma berfungsi untuk menghasilkan antibodi. Antibodi adalah protein yang berfungsi mengikat dan menonaktifkan antigen. Tiap antibodi hanya bisa mengikat antigen yang spesifik.

Sel B memori berfungsi untuk mengingat antigen sehingga mempercepat produksi antibodi.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Isi