Jumat, 19 Agustus 2022

Organisasi Tingkat Jaringan

BAB 2

ORGANISASI TINGKAT JARINGAN


Organisasi Tingkat Jaringan

    Merupakan kumpulan berbagai macam sel yang memiliki bentuk, susunan, dan fungsi yang sama. Kumpulan sel tersebut bekerja sama membentuk dan menjalankan tugasnya sesuai dengan fungsinya.

    Organisasi tingkat jaringan terbagi menjadi jaringan pada hewan (termasuk manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah) dan jaringan pada tumbuhan. Untuk memahami lebih jelas, simak uraian lengkapnya berikut ini.


    Setiap sel suatu makhluk hidup memiliki ukuran yang berbeda-beda, dan ukuran suatu sel mencerminkan fungsi yang dilakukan oleh sel yang bersangkutan.
    Semua fungsi hidup dari makhluk hidup bersel tunggal dilakukan oleh sel tunggal itu sendiri. Sementara, makhluk hidup multiseluler atau yang memiliki banyak sel, sel-selnya mempunyai bentuk maupun fungsi yang berbeda-beda dan sering kali setiap sel bergantung dengan sel yang lainnya.

    Baik makhluk hidup bersel tunggal maupun multiseluler, untuk mempertahankan hidupnya perlu kerja sama dan interaksi di antara sel-sel tersebut. Kerja sama dari sekelompok sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama inilah yang disebut jaringan.
Ada empat kelompok jaringan yang membentuk tubuh hewan, manusia, dan organisme multiseluler tingkat rendah, yaitu sebagai berikut.
1. Jaringan Epitelium
    Jaringan epitelium adalah jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang membungkus atau melapisi permukaan tubuh atau organ baik permukaan dalam (endotelium), permukaan luar (eksotelium), maupun membatasi rongga tubuh (mesotelium).
2. Jaringan Penyokong atau Penunjang
    Jaringan penyokong atau disebut juga jaringan penunjang berfungsi untuk memberi bentuk tubuh, melindungi tubuh, dan menguatkan tubuh. Yang termasuk jaringan penyokong adalah jaringan tulang rawan, jaringan tulang keras, dan jaringan ikat.
3. Jaringan Ikat
    Jaringan ikat merupakan jaringan yang mengikat atau menghubungkan jaringan dan alat tubuh. Jaringan pengikat dibagi menjadi dua, yaitu:
  • Jaringan pengikat umum, terdiri dari jaringan ikat longgar dan jaringan ikat padat.
  • Jaringan pengikat khusus, terdiri dari jaringan darah, jaringan kartilago, dan jaringan tulang.
4. Jaringan Otot
Jaringan yang tersusun atas sel-sel otot dan bersifat lentur. Bagian-bagian otot terdiri dari:
  • Sarkolema, membran yang melapisi suatu sel otot yang fungsinya sebagai pelindung otot.
  • Sakoplasma, cairan sel otot yang fungsinya untuk tempat di mana miofi bril dan miofi lamen berada.
  • Miofibril, serat-serat pada otot.
  • Miofilamen, benang-benang/filamen halus yang berasal dari miofibril.
Sementara itu, jenis jaringan otot terdiri dari:
a. Otot Polos (Otot Volunteer)
    Otot polos adalah salah satu otot yang mempunyai bentuk yang polos dan ber gelondong. Cara kerjanya tidak disadari (tidak sesuai kehendak) dan memiliki satu nukleus yang terletak di tengah sel.
b. Otot Lurik (Otot Rangka)
    Otot lurik merupakan jenis otot yang melekat pada seluruh rangka, cara kerjanya disadari (sesuai kehendak), bentuknya memanjang dengan banyak lurik-lurik, dan memiliki nukleus banyak yang terletak di tepi sel.
c. Otot Jantung (Otot Cardiak)
    Otot jantung hanya terdapat pada bagian jantung. Otot jantung adalah satu-satunya otot yang memiliki percabangan yang disebut duskus interkalaris. Otot ini juga memiliki kesamaan dengan otot polos dalam hal cara kerjanya, yakni tidak disadari.
5. Jaringan Saraf
    Jaringan saraf adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ, serta menerima dan meneruskan rangsangan.
    Jaringan saraf terdiri dari sistem saraf pusat (neuron) dan sistem saraf tepi (neuroglia). Neuron berfungsi sebagai pembawa dan pengirim pesan/sinyal (impuls saraf), dan neuroglia adalah sel yang tidak ikut berperan dalam transmisi impuls, tetapi menunjang kerja neuron.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Isi