A. Pengertian Sel
- Sel adalah bagian terkecil yang menyusun tubuh makhluk hidup.
- Sel juga disebut sebagai unit fungsional terkecil pada tubuh makhluk hidup, karena secara otonom mampu mengatur kehidupannya sendiri.
- Sel berukuran mikroskopis atau tidak dapat dilihat bentuknya secara langsung tanpa menggunakan bantuan mikroskop.
- Tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroorganisme di seluruh dunia ini tersusun oleh sel.
- Sejak penemuan sel pertama kali, para ilmuan berlomba-lomba untuk mempelajari cara kerja sel. Hingga munculnya beberapa teori tentang sel.
B. Teori Sel
1. Teori Sel Robert Hooke
2. Teori Sel Felix Dujardin
3. Teori Sel Matthias Jacob Shcleiden
4. Teori Sel Theodor Schwan
5. Teori Sel Rudolf Virchow
C. Komponen Kimiawi Sel
- Monosakarida, yang terdiri atas glukosa, fruktosa dan galaktosa.
- Disakarida, yang teridiri atas laktosa, maltosa dan sukrosa.
- Polisakarida, yang terdiri atas glikogen dan amilum.
D. Struktur Sel dan Fungsinya
1. Membran Sel
- Membatasi komponen dalam sel dengan luar sel.
- Membungkus dan melindungi sel.
- Membatasi molekul yang masuk kedalam sel (selektif permeabel).
2. Inti Sel (Nukleus)
Inti sel adalah bagian paling penting di dalam sel karena berfungsi untuk mengatur semua aktifitas sel. Inti sel terletak dibagian tengah sel, berbentuk bulat dan dibatasi oleh 2 lapisan membran yang disebut membran inti (nukleoplasma). Membran inti memliki pori-pori yang berfungsi sebagai tempat keluar-masuknya substansi. Di dalam inti sel terdapat beberapa bagian penyusun, diantaranya:
Cairan kimia kental seperti jeli yang mengandung enzim, ion, protein dan nukleotida (satuan materi genetik).
2) Anak Inti (Nukleolus)Struktur yang berbetuk bulat, mengandung protein materi genetik berupa DNA dan RNA. Nukleolus berfungsi menghasilkan Ribosom.
3) KromatinStruktur yang berupa benang-benang halus yang mengandung meteri genetik DNA. Kromatin berperan penting dalam proses sintesis/pembelahan sel. Pada saat pembelahan sel, kromatin akan memendek membentuk struktur Kromosom.
3. Cairan Sel (Sitoplasma)
Organel-Organel Penyusun Sel
1. Mitokondria
Mitokondia adalah organel berbentuk seperti kapsul. Apabila dibuka bagian dalam akan tampak struktur berlipat seperti otak manusia yang disebut dengan Krista. Selain itu juga terdapat membran luar dan dalam yang menyelubungi Mitokondria, serta terdapat semacam ruangan yang disebut matrik. Energi yang diperoleh dari proses respirasi berupa ATP yang dimanfaatkan untuk menjalankan kerja organ-organ lain.Fungsi organel Mitokondria adalah untuk menghasilkan energi melalui Respirasi Sel.
1). Membran luar
Membran luar terdiri dari lapisan lipoprotein (protein dan lemak). Membran luar mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lemak dan enzim yang berperan dalam proses transpor lemak ke matriks untuk menjalani β-oksidasi menghasilkan asetil-KoA.
2). Membran dalam
Membran dalam merupakan tempat utama pembentukan ATP. Membran dalam membentuk lipatan-lipatan yang disebut krista. Struktur krista ini dapat meningkatkan luas permukaan dalam membran, sehingga dapat menungkatkan kemampuan mitikondria memproduksi ATP. Membran dalam mengandung protein-protein berupa enzim-enzim yang terlibat dalam reaksi fosforilasi oksidatif (pembentukan ATP) dan protein transport yang berperan mengatur keluar masuknya metabolit melalui membran dalam.
3). Ruang antar membran
Ruang Antar Membran adalah sebuah ruang yang ditemukan berada diantara membran luar dan membran dalam pada organel mitokondria. Fungsi ruang antar membran adalah sebagai tempat berlangsungnya berbagai reaksi penting yang ada pada sebuah sel.
4). Matriks
Pada matriks mitokondria terdapat materi genetik DNA, ribosom, ATP, ADP, enzim-enzim yang berperan dalam siklus Krebs, air, gas CO2 danO2. Fungsi mitokondria adalah sebagai tempat terjadinya respirasi sel sehingga merupakan tempat diproduksinya energi (ATP).
2. Ribosom
Ribosom berbentuk butiran-butiran yang terbentuk oleh untai RNA (rRNA / ribosomal RNA). Ribosom terletak menempel pada permukaan Retikulum Endoplasma (RE) dan ada juga yang bebas di dalam Sitoplasma. Ribosom yang menempel pada permukaan Retikulum Endoplasma (RE) berfungsi untuk menyintesis protein untuk di ekskresikan keluar sel sedangkan Ribosom yang bebas berfungsi untuk menyintesis protein untuk di gunakan di dalam sel.
![]() |
| Struktur Ribosom |
3. Retikulum Endoplasma (RE)
RE merupakan organel yang berupa membran berlekuk dan paralel. RE memiliki rongga-rongga yang disebut Sisterna yang berbentuk pipih dan tubulus. Sisterna berfungsi untuk menghubungkan antara membran inti dengan membran sel.
Terdapat 2 jenis RE di dalam sel, yaitu RE halus dan RE kasar. Dinamakan RE kasar karena terdapat Ribosom yang menempel pada permukaannya seperti jerawat-jerawat, sedangakan RE halus tidak mengandung ribosom.
4. Badan Golgi (Apparatus Golgi)
Sesuai namanya, organel ini ditemukan oleh seorang ahli Biologi berkebangsaan Itali bernama Camillo Golgi. Badan Golgi berbentuk Vesikula yang tersusun dari tumpukan kantung pipih. Protein yang dibawa Badan Golgi akan mengalami pemrosesan dan modifikasi menghasilkan protein siap pakai.
Fungsi Badan Golgi adalah untuk membentuk dinding sel tumbuhan, Membentuk bahan membran plasma, Membentuk lisosom, Tempat sekresi senyawa-senyawa sekret kelompok karbohidrat, lipida dan protein, Membentuk akrosom pada spermatozoa
5. Lisosom
Lisosom adalah organel berbentuk bulat dan dilapisi selapis membran. Lisosom sebenarnya merupakan sebuah vesikula Badan Golgi yang masih berada di dalam Sitoplasma. Lisosom mempunyai enzim hidrolitik seperti glikosidase, fosfolipase, protease, nuklease, lipase, fosfatase.
6. Plastida
Plastida merupakan organel yang khas pada sel tumbuhan. Plastida adalah organel yang tersebar di sitoplasma pada sel tumbuhan dan terlihat jelas di bawah mikroskop sederhana. Berdasarkan ada dan tidaknya zat warna, plastida dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:
Leukoplas adalah plastida yang tidak berwarna, umumnya terdapat dalam sel-sel dewasa yang tidak terkena cahaya matahari. Fungsi leukoplas adalah sebagai pusat pembentukan dan penyimpanan makanan cadangan seperti pati.
Kloroplas merupakan plastida yang berwarna hijau, mengandung klorofil yaitu suatu pigmen yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Fungsinya adalah menangkap energi cahaya yang diperlukan untuk proses fotosintesis. Selain klorofil, kloroplas juga mengandung karotenoid.
Merupakan plastida yang menghasilkan warna selain hijau seperti Karotenoid (warna orange pada wortel), xantofil (warna kuning pada daun tua), antosianin (warna merah pada bunga). Fungsi kromoplas antara lain bertanggung jawan untuk sintesis dan penyimpanan pigmen, memberi warna pada bunga , buah atau bagian tumbuhan lain yang berwarna selain hijau, untuk menarik perhatian hewan polinator atau penyebar biji.
7. Sentrosom/Sentriol
Sentrosom dan sentriol merupakan dua komponen dari sel hewan, terutama terlibat dalam pembelahan sel. Sentrosom adalah organel sel yang terdiri dari dua sentriol yang disusun secara ortogonal. Kedua sentriol tersebut cenderung tegak lurus satu sama lain yang terdapat dalam massa yang amorf yang mengandung lebih dari 100 protein yang berbeda. Fungsi sentriol adalah menggerakkan kromosom pada saat pembelahan sel.8. Mikrobodi
E. Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan
F. Sel Prokariot dan Eukariot
G. Transport Zat Melalui Membran Sel
Sistem tansport membran dibagi menjadi 2 tipe, yaitu transport pasif dan aktif.
1). Transport Pasif
Transpor pasif merupakan tranpor yang tidak memerlukan energi, berlangsung karena adanya perbedaan konsentrasi zat/larutan di dalam dan luar sel. Mekanisme transport pasif dibagi menjadi difusi dan osmosis.
Difusi merupakan perpindahan molekul air dalam sel dari larutan berkonsentrasi tinggi menuju konsentrasi rendah. Difusi merupakan proses spontan yang tidak memerlukan masukan energi. Mekanisme transpor ini meliputi berbagai zat (padat, cair, gas). Difusi bertujuan untuk mencapai keseimbangan konsentrasi antara zat dengan pelarutnya.
Difusi dibagi menjadi 2 yaitu difusi sederhana dan difusi terfasilitasi. Difusi sederhana adalah perpindahan tanpa memerlukan energi, contohnya pertukaran oksigen dan karbondioksida pada saat proses bernafas. Difusi difusi terfasilitasi atau difusi dipermudah merupakan mekanisme transpor yang dibantu oleh protein-protein integral dalam membran plasma (protein pembawa). Difusi terfasilitasi berguna untuk meloloskan molekul yang besar seperti asam amino dan glukosa.
Pergerakan molekul air dari konsentrasi air tinggi menuju konsentrasi air yang rendah dengan melewati membran semipermeabel. Pada peristiwa osmosis, air dari larutan yang konsentrasinya rendah (hipotonis) akan bergerak ke konsentrasi yang lebih tinggi (hipertonis). Contoh peristiwa osmosis pada sel hewan adalah pada sel darah merah.
Peristiwa osmosis pada sel hewan dan tumbuhan:
a. Sel darah merah bila ditempatkan pada lingkungan hipotonik misalnya akuades, akan menyebabkan sel mengembang terus menerus dan lama kelamaan akan pecah. Peristiwa ini disebut lisis (hemolisis).
b. Sel darah merah bila ditempatkan pada lingkungan hipertonik misalnya larutan garam cairan dalam sel akan keluar, dan lama kelamaan sel akan mengkerut. Peristiwa ini disebut krenasi.
c. Sel tumbuhan bila ditempatkan pada lingkungan hipotonik misalnya akuades, akan menyebabkan sel mengembang terus menerus dan lama kelamaan akan menggembung. Air akan ditahan oleh dinding sel sehingga tidak akan pecah. Peristiwa ini disebut turgid.
d. Sel tumbuhan bila ditempatkan pada lingkungan hipertonik misalnya larutan garam, akan menyebabkan sel mengkerut. Air akan keluar meninggalkan membran sel. Peristiwa ini disebut plasmolisis.
2) Transport Aktif
- Eksositosis = Transport molekul ke arah luar sel dengan membentuk vesikula/gelembung transport untuk dikirim ke membran penerima.
- Eksositosis = Transport molekul ke arah dalam sel dengan membentuk vesikula/gelembung transport untuk dikirim ke membran penerima.
- Transpor Aktif = Perpindahan molekul antar sisi membran dengan menggunakan energi. Energi yang digunakan adalah berupa ATP (Adenosin Tri Pospat). Contoh transport aktif adalah pada mekanisme pompa ion natrium dan kalium.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar